Monday, 30 April 2018

PERILAKU KONSUMEN KELAS BAWAH

PERILAKU KONSUMEN KELAS BAWAH


kuranimekun.blogspot.co.id


Perilaku konsumen merupakan tindakan-tindakan individu yang melibatkan pembelian penggunaan barang dan jasa termasuk proses pengambilan keputusan yang mendahului dan menentukan tindakan-tindakan tersebut sebagai pengalaman dengan produk, pelayanan dari sumber lainnya.

Perilaku konsumen juga dapat dipengaruhi oleh faktor-faktor sosial, seperti kelompok kecil, keluarga serta aturan dan status sosial konsumen. Disini keluarga merupakan organisasi pembelian konsumen yang paling penting dalam masyarakat. Keputusan orang ingin membeli juga dipenggaruhi oleh karakteristik pribadi seperti umur dan tahap siklus hidup, pekerjaan, situasi ekonomui, gaya hidup dan kepribadian serta konsep diri.

Selain dari beberapa faktor diatas yang mempengaruhi perilaku konsumen juga dipengaruhi juga oleh faktor-faktor psikologis seseorang, yang meliputi motivasi, persepsi, pengetahuan dan keyakinan serta sikap.


 Kelas sosial dan perilaku konsumen 


            Dalam berperilaku, status sosial konsumen turut memainkan pengaruh. Tindakan apa yang seharusnya dilakukan konsumen sangat ditentukan oleh status sosialnya.


Kelas bawah, kelas ini biasanya terdiri dari kaum buruh kasar, penghasilannya pun relatif lebih rendah sehingga mereka tidak mampu menabung, lebih berusaha memenuhi kebutuhan langsung daripada memenuhi kebutuhan masa depan, berpendidikan rendah, dan penerima dana kesejahteraan dari pemerintah.

            Orang yang berpenghasilan rendah atau konsumen kelas bawah (penghasilan kurang dari $30,000) mungkin merupakan orang-orang yang setia kepada merk daripada para konsumen yang lebih kayak arena mereka khawatir akan membuat kesalahan dengan beralih ke merk yang belum mereka kenal.

Kelas bawah tentunya akan belanja di warung-warung terdekat dengan pola makan seadanya bahkan sering kita jumpai mereka makan jauh dari kebutuhan gizi yang diperlukan. Pola-pola sosial dan gaya hidup telah memberikan kesadaran mereka akan kelas sosial yang mereka miliki, walaupun mereka tidak menghendaki untuk menduduki kelas sosial bawah, namun mereka menyadari kelas sosial yang mereka miliki atau digolongkan; oleh karena itu kesadaran kelas sosial ini akan membawa konsekuensi pola-pola perilaku yang berbeda antara kelas sosial satu dengan kelas sosial yang lain.

Berikut gambaran peran yang dimainkan oleh konsumen kelas bawah:

1. Dalam aspek kebiasaan berbelanja
a. Menyenangi barang masal dan diskon.

b. Memiliki informasi produk yang minim, bertindak berdasar display di toko dan info wiraniaga, suka membeli produk”on sale”.


2. Dalam  aktivitas waktu luang
a. Lebih anyak melihat TV, memancing, sepak bola, angkat berat, dan dirumah.

b. Tidak banyak baca surat kabar, suka melihat opera sbun, quiz, dan komedi situasi.


3. Kepribadian
a. Berfokus pada masa kini, dan masa lalu, pandangan yang terbatas, berorientasi pada diri dan keluarga.

b. Kepemilikan merupakan “nasib baik”



4. Uang
a. Setiap memperoleh uang pasti dibelanjakan untuk memenuhi kebutuhan hidupnya sehari-hari, itupun belum tentu cukup.

5. Penekanan Sosial
a. Biasanya terkhusus pada orang-orang yang dia sayangi. Mereka hidup untuk orang-orang terkasih.

6. Makanan
a. Apa kau punya cukup untuk di makan? Kuantitas yang penting. Apakah makanan yang dimiliki cukup untuk memenuhi kebutuhan anggota keluarga.

7. Pakaian
a. Pakaian di dasarkan pada selera individu dan ekspresi kepribadian masing-masing. Bergaya sesuai isi kantong dan gaya hidup.

8. Waktu
a.  Masa sekarang jauh lebih penting. Keputusan diambil berdasarkan perasaan dan kebutuhan untuk bertahan hidup.

9. Pendidikan
a. Dihargai atau dinilai sebagai sesuatu yang abstrak dan tidak nyata. Mereka menganggap pendidikan itu penting tapi lebih penting untuk bekerja dan survive.

10. Nasib
a. Percaya pada nasib dan tidak memiliki banyak kontrol untuk berubah ke arah yang lebih baik.

11. Bahasa
a. Bahasa yang digunakan adalah bahasa sehari-hari yang digunakan sebagai alat komunikasi untuk bertahan hidup.

12. Struktur Keluarga
a. Biasanya matriarki (ibu yang dominan)

13. Wawasan
a.  Melihat dunia di tingkat lokal saja.

14. Cinta
a. Cinta dan penerimaan tergantung pada perasaan suka atau tidak.

15. Kepemilikan
a. Jadi orang miskin biasanya memiliki orang-orang yang dekat dalam hidupnya, saling menyayangi dan hidup senang dan susah bersama. Fokus hidup mereka adalah untuk orang yang ada di sekitarnya.

16. Motivator
a. Untuk bertahan hidup, menjalin hubungan dan menikmati kesenangan hidup secara sederhana.

No comments:

Post a Comment