PERILAKU KONSUMEN KELAS BAWAH
Perilaku konsumen
merupakan tindakan-tindakan individu yang melibatkan pembelian penggunaan
barang dan jasa termasuk proses pengambilan keputusan yang mendahului dan
menentukan tindakan-tindakan tersebut sebagai pengalaman dengan produk,
pelayanan dari sumber lainnya.
Perilaku konsumen juga dapat dipengaruhi oleh
faktor-faktor sosial, seperti kelompok kecil, keluarga serta aturan dan status
sosial konsumen. Disini keluarga merupakan organisasi pembelian konsumen yang
paling penting dalam masyarakat. Keputusan orang ingin membeli juga
dipenggaruhi oleh karakteristik pribadi seperti umur dan tahap siklus hidup,
pekerjaan, situasi ekonomui, gaya hidup dan kepribadian serta konsep diri.
Selain dari beberapa faktor diatas yang mempengaruhi
perilaku konsumen juga dipengaruhi juga oleh faktor-faktor psikologis
seseorang, yang meliputi motivasi, persepsi, pengetahuan dan keyakinan serta
sikap.
Kelas sosial dan
perilaku konsumen
Dalam
berperilaku, status sosial konsumen turut memainkan pengaruh. Tindakan apa yang
seharusnya dilakukan konsumen sangat ditentukan oleh status sosialnya.
Kelas bawah, kelas ini biasanya terdiri
dari kaum buruh kasar, penghasilannya pun relatif lebih rendah sehingga mereka
tidak mampu menabung, lebih berusaha memenuhi kebutuhan langsung daripada memenuhi
kebutuhan masa depan, berpendidikan rendah, dan penerima dana kesejahteraan
dari pemerintah.
Orang
yang berpenghasilan rendah atau konsumen kelas bawah (penghasilan kurang dari
$30,000) mungkin merupakan orang-orang yang setia kepada merk daripada para
konsumen yang lebih kayak arena mereka khawatir akan membuat kesalahan dengan
beralih ke merk yang belum mereka kenal.
Kelas bawah
tentunya akan belanja di warung-warung terdekat dengan pola makan seadanya
bahkan sering kita jumpai mereka makan jauh dari kebutuhan gizi yang
diperlukan. Pola-pola sosial dan gaya hidup telah memberikan kesadaran mereka
akan kelas sosial yang mereka miliki, walaupun mereka tidak menghendaki untuk
menduduki kelas sosial bawah, namun mereka menyadari kelas sosial yang mereka
miliki atau digolongkan; oleh karena itu kesadaran kelas sosial ini akan
membawa konsekuensi pola-pola perilaku yang berbeda antara kelas sosial satu
dengan kelas sosial yang lain.
Berikut gambaran peran yang dimainkan oleh konsumen kelas
bawah:
1. Dalam aspek kebiasaan berbelanja
a. Menyenangi barang masal dan diskon.
b. Memiliki informasi produk yang minim,
bertindak berdasar display di toko dan info wiraniaga, suka membeli produk”on
sale”.
2. Dalam
aktivitas waktu luang
a. Lebih anyak melihat TV, memancing, sepak bola,
angkat berat, dan dirumah.
b. Tidak banyak baca surat kabar, suka melihat
opera sbun, quiz, dan komedi situasi.
3. Kepribadian
a. Berfokus pada masa kini, dan masa lalu, pandangan
yang terbatas, berorientasi pada diri dan keluarga.
b. Kepemilikan merupakan “nasib baik”
4. Uang
a. Setiap memperoleh uang pasti dibelanjakan untuk
memenuhi kebutuhan hidupnya sehari-hari, itupun belum tentu cukup.
5. Penekanan Sosial
a. Biasanya terkhusus pada orang-orang yang dia
sayangi. Mereka hidup untuk orang-orang terkasih.
6. Makanan
a. Apa kau punya cukup untuk di makan? Kuantitas yang
penting. Apakah makanan yang dimiliki cukup untuk memenuhi kebutuhan anggota
keluarga.
7. Pakaian
a. Pakaian di dasarkan pada selera individu dan
ekspresi kepribadian masing-masing. Bergaya sesuai isi kantong dan gaya hidup.
8. Waktu
a. Masa
sekarang jauh lebih penting. Keputusan diambil berdasarkan perasaan dan
kebutuhan untuk bertahan hidup.
9. Pendidikan
a. Dihargai atau dinilai sebagai sesuatu yang abstrak
dan tidak nyata. Mereka menganggap pendidikan itu penting tapi lebih penting
untuk bekerja dan survive.
10. Nasib
a. Percaya pada nasib dan tidak memiliki banyak
kontrol untuk berubah ke arah yang lebih baik.
11. Bahasa
a. Bahasa yang digunakan adalah bahasa sehari-hari
yang digunakan sebagai alat komunikasi untuk bertahan hidup.
12. Struktur Keluarga
a. Biasanya matriarki (ibu yang dominan)
13. Wawasan
a. Melihat
dunia di tingkat lokal saja.
14. Cinta
a. Cinta dan penerimaan tergantung pada perasaan suka
atau tidak.
15. Kepemilikan
a. Jadi
orang miskin biasanya memiliki orang-orang yang dekat dalam hidupnya, saling
menyayangi dan hidup senang dan susah bersama. Fokus hidup mereka adalah untuk
orang yang ada di sekitarnya.
16. Motivator
a. Untuk bertahan hidup, menjalin hubungan dan
menikmati kesenangan hidup secara sederhana.

No comments:
Post a Comment