Saturday, 12 May 2018

Akuntansi Biaya

kuranimekun.blogspot.co.id


Akuntansi   Biaya
Akuntansi yang kegiatannya untuk menyediakan informasi biaya bagi manajemen.


Tujuan akuntansi biaya dikelompokkan
1. Penentuan harga pokok
2. Pengendalian biaya
3. Untuk kepentingan pengambilan keputusan


Pengertian  Biaya
1. Biaya, dalam arti luas, adalah pengorbanan sumber-sumber ekonomi yang diukur dalam satuan uang, yang telah terjadi atau kemungkinan akan terjadi untuk mencapai tujuan tertentu.
2. Biaya, dalam arti sempit, adalah bagian dari harga pokok yang dikorbankan di dalam usaha untuk memperoleh penghasilan.


Metode  Pengumpulan Biaya  Produksi
1. Metode harga pokok pesanan
   ( job order cost method )
2. Metode harga pokok proses
    ( process cost method )


Harga  Pokok
1. Jumlah biaya seharusnya untuk memproduksikan suatu barang ditambah biaya seharusnya lainnya sehingga barang itu sampai di pasar.
2. Konsep harga pokok dibedakan :
        1. Harga pokok historis
        2. Harga pokok normatif


Harga  Pokok  Historis
1. Jumlah biaya seluruhnya yang nyata-nyata dikeluarkan untuk memproduksi suatu barang, ditambah dengan biaya lainnya sehingga barang itu berada di pasar.


Harga  Pokok  Normatif
1. Jumlah biaya seluruhnya yang seharusnya dikeluarkan ditambah biaya seharusnya lainnya sehingga barang tersebut berada di pasar.


Tujuan  Penetapan  Harga Pokok
1. Untuk menentukan harga pokok standar
2. Sebagai dasar penetapan harga jual produk
3. Untuk mengetahui apakah kebijakan penjualan perlu diubah atau tidak
4. Sebagai petunjuk apakah peralatan dan perlengkapan perlu diganti atauditambah
5. Untuk keperluan perhitungan neraca


Elemen - Elemen Harga Pokok
1. Harga bahan baku dan bahan pembantu
2. Harga tenaga kerja    
3. Biaya umum dan biaya penjualan


Pemakaian Bahan Mentah dan Bahan Pembantu
Bahan-bahan yang digunakan dalam proses produksi dapat dibedakan :
1. Bahan baku langsung
2. Bahan baku tidak langsung
3. Bahan pembantu


Bahan  Baku  Langsung
Bahan ini merupakan pengeluaran terbesar dalam menghasilkan suatu barang
Contoh : bahan baku langsung produk roti adalah gandum (tepung terigu).


Bahan  Baku  Tidak  Langsung
Bahan ini merupakan bagian dari suatu barang jadi, tetapi pengeluaran untuk memperolehnya tidak sebesar bahan baku langsung.
Contoh : gula, mentega, telur untuk produk roti


Bahan  Pembantu
Jenis bahan ini juga digunakan dalam membuat suatu barang tetapi bersifat mendukung proses produksinya saja (tidak berperan langsung pada produk jadi).
Contoh : minyak pelumas, listrik, gas, minyak tanah


Harga Bahan yang Dipakai
Beberapa alternatif penetapan harga bahan, yaitu :
        1. FIFO (first in first out)
        2. LIFO (last in first out)
        3. Harga Beli Rata-rata
        4. Harga Standar


Harga  Tenaga  Kerja
1. Dalam perhitungan harga pokok, yang dimaksud dengan harga tenaga kerja adalah tenaga kerja langsung.
2. Dapat ditentukan untuk satu unit hasil produksi dengan menghitung satuan waktu tenga kerja yang dibuthkan dikalikan dengan upah untuk tiap kesatuan waktu.


Biaya  Umum  dan  Biaya  Penjualan
Biaya  Umum

  1. Gaji pimpinan dan tenaga administrasi
  2. Upah pembantu umum
  3. Penyusutan mesin, gedung dan peralatan
  4. Sewa, asuransi
  5. Pajak, bunga
  6. Perbaikan mesin dan peralatan
  7. Semua pengeluaran administrasi
Biaya Penjualan

  1. Gaji karyawan bagian penjualan
  2. Komisi – komisi untuk agen
  3. Biaya pemasangan iklan (advertensi)
  4. Semua biaya telepon, faks dan kertas, perangko meterai untuk keperluan penjualan produk

Penetapan  Harga  Pokok
Cara Pembagian
1. Hanya dapat diterapkan pada perusahaan yang menghasilkan satu jenis produk ( produk yang homogen )
2. Perhitungannya adalah jumlah seluruh biaya dibagi dengan jumlah barang yang dihasilkan
3. Contoh : perusahaan teh menghasilkan 1000 pak dengan jumlah biaya keseluruhan adalah Rp. 1.200.000,00. Maka harga pokok per pak teh adalah Rp. 1.200,00.


Penetapan  Harga  Pokok
Cara Angka Perbandingan Nilai
Hanya untuk perusahaan yang menghasilkan lebih dari satu jenis produk sehingga penetapan harga pokok produknya menggunakan cara angka perbandingan nilai.
Contoh :
1. Suatu perusahaan membuat dua jenis produk yaitu kain batik tulis dan kain batik cap.
2. Setiap bulan dihasilkan 200 potong kain batik tulis dan 200 potong kain cap
3. Bahan baku mori untuk kain batik tulis Rp 1.200.000,00 dan kain cap Rp 600.000,00
4. Upah tenaga kerja untuk kain batik tulis Rp 700.000,00 dan kain batik cap Rp 500.000,00
5. Biaya umum dan penjualan sebesar Rp. 600.000,00


Angka Perbandingan Nilai Atas Dasar Harga Bahan Mentah
1. Perbandingan bahan mentah  2 : 1
2. Jumalh angka perbandingan 3
3. Jumlah biaya keseluruhan Rp 3.600.000,-
4. Biaya untuk 200 potong kain batik tulis :
    2/3 x 3.600.000 = Rp 2.400.000,-
5. Harga pokok setiap potong kain batik tulis sebesar Rp Rp. 12.000,00
6. Harga pokok setiap potong kain batik cap ?
7. Angka Perbandingan Nilai Atas Dasar Harga Tenaga  Kerja
8. Perbandingan atas dasar upah tenga kerja adalah 7 : 5
9. Jumlah nilai perbandingan sebesar 12
10. Biaya untuk 200 potong batik tulis  :
    7/12 x 3.600.000 =  Rp. 2.100.000,-
11. Harga pokok setiap satu potong batik tulis
    2.100.000 : 200 = Rp. 10.500,-

No comments:

Post a Comment